Kembali ke Intisari News
August 04, 2023
Rumah Mesum di Fifteenth Street
Rumah Mesum di Fifteenth Street
Rumah Mesum di Fifteenth Street (INTISARI)
Penulis Ade S
Editor Ade S

Intisari Plus - Daniel E. Sickles, seorang pengacara dan anggota Kongres mendapati istrinya selingkuh dengan seorang jaksa. Semua itu berawal dari sebuah surat yang mengungkap perselingkuhannya.

----------

Dalam sejarah peradilan Amerika Serikat tercatat suatu perkara peradilan yang terkenal: perkara Key — Sickles. Masyarakat gempar ketika proses peradilan berlangsung dan akhirnya keputusan dijatuhkan. Kegemparan itu bukan saja karena dalam perkara pembunuhan ini terdakwa adalah seorang tokoh terkemuka — antara lain ia anggota Kongres, sahabat pribadi Presiden ke-15 Amerika Serikat James Buchanan, dan diplomat. Tetapi juga karena terdakwa itu kemudian dibebaskan walaupun jelas bahwa ia sengaja membunuh korbannya.

Bagi kita sekarang, sukar masuk akal pembebasan itu seperti akan kita lihat nanti. Tetapi perkara ini terjadi di Amerika lebih dari 100 tahun yang lalu. Kisahnya sebagai berikut.

Daniel E. Sickles sekitar tahun 1850 sedang menanjak karirnya. Ia terkenal di New York sebagai pengacara cemerlang dan duduk dalam badan legislatif serta dewan penasehat New York City. Ketika James Buchanan dikirim ke Inggris sebagai duta besar, ia memilih Sickles sebagai Sekretaris Pertamanya.

Berangkatlah mereka ke Inggris — Buchanan yang masih membujang seorang diri, sedangkan Sickles didampingi istrinya yang masih muda-belia dan belum lagi berumur 20 tahun, Teresa Bagioli. Teresa berdarah Italia. Ayahnya seorang maestro opera yang cukup terkenal di New York pada waktu itu.

Buchanan yang belum beristri memerlukan seorang wanita yang pada kesempatan-kesempatan resmi dapat bertindak sebagai nyonya rumah di Kedutaan Besar AS di London. Pilihannya jatuh pada Teresa walaupun wanita ini sebetulnya terlalu muda untuk tugas tersebut. Tetapi ternyata Teresa tidak mengecewakan. Tingkah lakunya serba luwes dan menawan hati. Dan Teresa cantik sekali — rambutnya hitam, mata biru, kulit kuning kecoklat-coklatan dan tubuh ramping penuh kewanitaan. Belum pernah diplomasi AS di Inggris begitu penuh semarak seperti waktu itu.

Tetapi Teresa mempunyai satu kelemahan, ialah terlalu suka menantang kejantanan dan luar biasa pandai bermain-main dengan lelaki. Dalam resepsi-resepsi di kedutaan dan upacara-upacara penandatanganan perjanjian-perjanjian resmi banyak diplomat jatuh hati pada Teresa. Tetapi selama di Inggris tak terjadi atau, sedikitnya tidak diketahui peristiwa-peristiwa yang mencemarkan namanya.

Jangan biarkan penasaranmu tergantung.
Akses tanpa batas dengan Intisari Plus.