Kembali ke Intisari News
August 29, 2023
'Ingat Kursi'
Ingat Kursi'
Ingat Kursi' (INTISARI)
Penulis Ade S
Editor Ade S

Intisari Plus - Suatu hari Jeanne berencana untuk datang ke rumah suaminya demi meminta tunjangan bagi anak-anaknya. Sejak itu, ia tidak pernah kembali lagi.

----------

Jeanne berkata kepada ibunya, “Pokoknya dia harus memberikan tunjangan penuh pada anak-anakku. Tiap bulan. Dia bapak mereka. Aku tidak akan kembali tanpa kepastian bahwa dia akan membayar uang nafkah untuk anak-anaknya.” Sang ibu hendak mencegah. Ia yakin bahwa itu tidak mudah dan mustahil. Namun ia malah berkata, “Jaga dirimu baik-baik!”

Suatu nasihat yang baik namun tidak bermanfaat. Jeanne meninggalkan ibunya dan berangkat menerobos bagian Paris yang dikuasai tentara Jerman. Hari itu tanggal 28 Maret 1944.

Jeanne tidak kembali sorenya. Sang ibu tidak dapat tidur malam itu. Ia telah mengganti pakaian main kedua cucunya dengan piama. Sebagai orang yang tahu benar dengan situasi di kota, ibu Jeanne khawatir jangan-jangan anaknya ditangkap Gestapo dan dimakan hidup-hidup.

“Siapa namanya, Bu, putri Anda? Nama setelah dia menikah maksud kami,” tanya polisi keesokan harinya. Setelah Jeanne tidak kembali setelah ditunggu semalaman, ibunya pagi-pagi sekali melaporkan perihal masalah itu ke polisi.

“Putri Jeanne de Bernardi de Sigoyer,” jawabnya. Polisi sangat terkesan oleh gelar putri di depan nama Jeanne. Gelar itu mungkin menyiratkan bahwa mungkin sang Putri ketika itu bersama dengan Pangeran. Kecuali kalau, misalnya, ia berbohong pada ibunya dan sebenarnya malahan pergi dari Paris.

“Mengapa dia pergi dari Paris?” tanya sang ibu. 

Jangan biarkan penasaranmu tergantung.
Akses tanpa batas dengan Intisari Plus.