Kembali ke Intisari News
  Register   |  Masuk
January 05, 2023
Bumerang Cinta Karla
Bumerang Cinta Karla
Bumerang Cinta Karla (Brooklyn)
Penulis Intisari Plus
Editor Ade S

Intisari Plus - Karena cintanya kepada suami, seorang wanita rela membantu untuk berbuat keji terhadap para korban.

--------------------

Tahun 1987 merupakan tahun yang mencekam bagi penduduk Scarborough, sebuah kota kecil di pinggiran Toronto, Kanada. Warga kota yang semula hidup damai dan nyaman kini didera keresahan akibat rentetan tindak kejahatan perkosaan serta pembunuhan sadis. Suasana ini berawal dari kejadian mengenaskan yang terjadi pada Mei 1987.

Pagi itu seorang gadis turun dari sebuah bus di halte yang terletak di pojok Centennial Road dan Lawrence Avenue. Sambil mengangkat penutup kepala dari jaketnya untuk menahan angin, ia menyusuri jalan ke rumah orang tuanya yang melewati 2 tikungan. Dia tak menyadari seorang pria membuntutinya. Padahal mata pisau yang tergenggam di tangan pria tersebut memancarkan kilatan yang memantul dari sinar bulan di pagi hari. Hanya sekejap, dalam hitungan detik, si penjahat membekap sang gadis dan menghabisinya setelah terlebih dulu melampiaskan nafsu setannya. 

Sejak itu selama beberapa tahun si penjahat gentayangan meneror ketenteraman warga Scarborough. Apalagi pihak kepolisian belum menemukan petunjuk berarti dan informasi rinci tentang si penjahat. Data minim yang berhasil dikumpulkan hanya mengindikasikan bahwa si pelaku adalah seorang pria kulit putih berambut cokelat keriting, umurnya 20-an, dan tingginya ± 1,85 m. Tak ada foto, cuma identifikasi sementara dari Biro Penyidik Federal (FBI) disertai kesimpulan psikologis yang menggambarkan bahwa si pelaku memiliki “dendam” terhadap wanita. Bisa jadi ia memendam pengalaman buruk dengan saudara wanita, istri, atau bahkan ibunya. 

Tindak kejahatan sejenis berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya. Dini hari pada 26 Mei 1990, si pemerkosa beraksi kembali. Dia menyerang korbannya yang ke-8. Seorang gadis berusia 19 tahun dipukul, disayat pisau, diperkosa secara brutal, dan ditinggalkan dalam keadaan terikat. Tapi dia ceroboh. Pada saat melakukan kejahatan, si korban sempat mengenali wajahnya.

Nah, berdasarkan ciri-ciri fisik yang mendetail sesuai penuturan korban, melalui pengolahan data komputer pihak kepolisian berhasil mendapatkan gambaran sosok si pelaku. Foto identifikasi wajah korban itu kemudian disebarkan dan dimuat surat kabar serta ditayangkan di TV. Dari laporan yang masuk didapat informasi bahwa foto itu mirip dengan Paul Bernardo, seorang akuntan muda di kota yang sama.

 

Jangan biarkan penasaranmu tergantung.
Akses tanpa batas dengan Intisari Plus.