
Intisari Plus - Peggy Jo Tallas dikenal sebagai sering mengenakan pakaian koboi dan merampok bank. Polisi pun sempat dibuat bingung oleh kelakuannya.
-------------------
Peggy Jo Tallas (46) memang wanita Texas yang baik hati. Sebagian besar masa dewasanya ia habiskan bersama ibunya yang sakit-sakitan, di sebuah apartemen kecil di pinggiran kota Dallas, Amerika Serikat. Setiap pagi, usai bangun dan merapikan tempat tidur, ia masuk ke kamar tidur ibunya, membetulkan selimutnya, membimbingnya ke meja makan, membuatkannya sereal, dan menyiapkan obat-obatan buat ibunya.
Keduanya sering duduk di meja makan sambil ngobrol. Peggy baru makan setelah hari agak siang. la merokok dulu ditemani secangkir kopi. Setelah ibunya selesai makan, Peggy Jo menuntunnya masuk ke kamar, menyiapkan segelas air putih dan novel roman di meja samping, sebelum kembali ke kamarnya sendiri untuk berdandan.
Biasanya, ia suka mengenakan celana panjang warna khaki, blus dengan potongan simpel, dan sepatu tanpa tali. Tapi pada suatu pagi yang indah di bulan Mei 1991, Peggy Jo tampil beda. Kali itu ia memilih mengenakan celana panjang dan kemeja pria berwarna gelap, dilapisi jaket kulit warna cokelat. Biar kelihatan lebih berisi, tubuhnya diganjal dengan handuk. Habis itu ia memakai sepatu bot, meski agak kebesaran buat kakinya.
Ia mengambil topeng berbentuk kepala dari styrofoam yang sudah dipasangi janggut palsu dan topi koboi berwarna putih. Di kamar mandi, ia mengecat rambutnya dengan warna abu-abu. Tak lupa ia memakai kacamata hitam dan sarung tangan. Di secarik kertas, ia menuliskan sesuatu sebelum dikantongi.
“Sebentar ya, Ma,” kata Peggy Jo saat melewati pintu kamar ibunya. la pergi meninggalkan rumah dengan Pontiac Grand Prix dua pintu buatan 1975, menuju ke American Federal Bank (AFB).
“Siang, Pak,” sapa kasir bank dengan ramah. “Ada yang bisa dibantu?”