Intisari Plus - Pukul 17.00 di suatu bulan September, Ronal Frederick Torbay bersiap-siap melakukan pembunuhan untuk ketiga-kalinya. Menyadari langkah yang ceroboh akan mengundang bahaya bagi dirinya, ia sangat berhati-hati dalam bertindak.
Membunuh adalah pekerjaan untung-untungan. Begitu menurut sebuah majalah yang pernah dibacanya sebelum ia menikah untuk pertama kalinya, dan ia mengakui kebenarannya. Toh, bagaimanapun ia tetap berkeyakinan, keberhasilan adalah milik kaum laki-laki.
Istri-istrinya pemalu
Sejenak ia tennenung sambil menyandarkan tubuhnya di bibir wastafel, mengamati dirinya di depan cermin kamar mandi vila yang baru disewanya.
Bayangan pada cermin di hadapannya menampilkan wajah seorang pria setengah baya bennata biru dengan wajah kurus dan pucat. Kepalanya ditumbuhi rambut hitam tipis dan nyaris botak. Bibirnya yang tipis mencoba menyunggingkan senyum.
Suara dan dapur membuyarkan keasyikannya mengamati bayangan wajahnya sendiri. Biasanya selesai menyeterika, istrinya, Edyth, segera naik untuk mandi dengan busa, yang selalu dipertengkarkan lebih dulu sebelum Ronald selesai menyiapkannya.
Dengan napas tertahan, Ronald menunggu kedatangannya. Rupanya Edyth tidak menuju ke kamar mandi yang terletak di lantai atas itu, melainkan keluar lewat pintu belakang.
