Kapten Polisi Kraemer segera teringat pada kasus dari West Allis. Dia segera mencari berkas-berkas mengenai Pat Birmingham. Ternyata semua cocok: tinggi badan 1,62 m, rambut cokelat tua, juga pakaiannya sesuai.
Dengan hati-hati balok semen yang diikat pada kaki korban dengan kawat dan robekan kain berwarna putih itu dilepaskan. Kraemer memperkirakan, potongan kain itu berasal dari sebuah kemeja pria. Untuk sementara, bahan kemeja inilah satu-satunya yang bisa dijadikan petunjuk untuk mencari pelaku kekejaman itu.
Jelas tampak, kerah kemeja itu pernah dilepaskan, kemudian dibalik, dan dijahit kembali, seperti yang dilakukan para penjahit yang baik. Jahitannya pun sangat rapi.
Seluruh berkas keterangan yang masuk sejak tanggal 10 Februari di Kantor Polisi West Allis diperiksa kembali. Keterangan yang masuk tepat pada hari hilangnya Pat mendapat perhatian khusus, siapa teman-temannya waktu itu, apakah di dalam keterangan mereka ada yang mencurigakan, dsb.
Kapten Polisi Kraemer juga membaca dengan saksama semua kesaksian orang yang ada hubungannya dengan korban. Kraemer harus menyampaikan penemuan yang mengerikan itu pada kedua orang tua Pat dan minta mereka mengidentifikasi pakaiannya. Sudah pasti bagi Kraemer dia menghadapi kasus pembunuhan. Untuk itu dia minta pada semua pihak untuk memberikan sekali lagi keterangan mereka mengenai apa yang terjadi pada tanggal 10 Februari itu.
Sebenarnya yang ingin diwawancarainya adalah kakak Pat, Kathleen. Namun, ternyata tidak mungkin lagi, karena pada tanggal 17 Maret, yaitu tiga.hari sebelum ditemukannya mayat Pat. Kathleen dan Milton telah meninggalkan West Allis. Di mana mereka sekarang berada tidak ada yang tahu, termasuk keluarga Birmingham. Hanya ada satu surat yang ditinggalkan Kathleen untuk kedua orang tuanya sebelum dia pergi:
"Ayah dan Ibu yang baik, Bila Ayah dan Ibu membaca surat ini, saya dan Milton sudah menjadi suami-istri. Kami harap ini tidak membuat kalian risau dan bingung, sebagaimana yang Ayah dan Ibu alami pada Pat. Kalian tidak perlu merisaukan kami. Kami sadar apa yang kami lakukan dan tentu saja kami akan terus mengontak kalian.
Saat ini kami belum punya alamat yang pasti, karena kami belum menentukan akan tinggal di mana. Tapi kami segera akan mengabarkannya bila kami sudah mendapatkannya ...."
Dalam surat itu juga Kathleen minta kepada ibunya untuk mengambilkan honor mingguannya dari tempat kerjanya di sebuah perusahaan kaus, agar bisa membayar sejumlah utang yang tidak seberapa.
Kathleen belum lagi berusia 18 tahun. Menurut hukum di negara bagian Wisconsin, orang belum boleh menikah sebelum mencapai usia itu. Karena itu Kraemer minta agar orang tua Kathleen membuat pengumuman bahwa Milton Babich "melarikan" putrinya yang masih di bawah umur itu. Polisi ingin pasangan itu segera kembali ke Milwaukee untuk diwawancarai.