Hari semakin gelap. Kay makin risau memikirkan adiknya itu. Dia kemudian menelepon ibunya, yang berjanji akan segera kembali ke rumah dan melapor kepada polisi.
Kapten Polisi John Sweeney dari Kantor Polisi West Allis ketika menerima laporan kehilangan itu menanggapinya tidak begitu serius. Dari seratus kasus kehilangan remaja, 99 kasus di antaranya tidak perlu dianggap serius. Karena gadis-gadis yang dilaporkan hilang itu biasanya tidak lama kemudian akan muncul lagi tanpa cedera. Sebagai gadis Milwaukee yang sedang mekar-mekarnya, mungkin Pat tertarik untuk mengunjungi kota metropolitan Chicago dan bersembunyi di sana.
Albert dan Catherine Birmingham, orang-orang sederhana yang mendidik anak-anaknya dengan baik, dan teratur, tentu saja tidak bisa menerima teori itu.
Akhimya kapten polisi malam itu juga mengorganisasikan pencarian Pat. Kay, Milton Babich, dan pacar Pat, Corny Holbert, juga teman-teman Pat yang lain ikut membantu mencari Pat di West Allis. Seluruh pelosok Milwaukee ditelusuri, meningkat ke seluruh daerah Wisconsin, bahkan sampai ke negara bagian tetangga, Illinois. Akhirnya sampai seluruh Amerika ikut mencari Pat Birmingham. Namun, tidak satu pun petunjuk ditemukan.
Pada awal bulan Maret, datang dua tentara ke Kantor Polisi Chicago untuk melapor. Mereka sepertinya melihat seorang gadis yang mirip dengan ciri-ciri Pat Birmingham di sebuah bar kecil yang terletak agak di luar kota. Namun, Pat tidak bisa ditemukan di sana. Orang semula mengira yang dilihat kedua tentara tadi kemungkinan besar benar Pat.
Pada tanggal 20 Maret, keadaan menjadi jelas bahwa Pat memang tidak berada di Chicago. Pada hari itu polisi dan orang-orang yang lewat di sekitar S. Milwaukee sedang berusaha menyelamatkan seorang wanita yang berusaha bunuh diri di sungai itu. Dengan tongkat dan jaring dari atas perahu mereka berusaha menyelamatkan Florence Wynn (43), yang berasal dari tempat terpencil di Wisconsin.
Usaha mereka sia-sia. Namun, ketika tim pemadam kebakaran datang untuk mengangkut mayat Wynn, terjadi sesuatu di luar dugaan. Yang kena jaring bukan Florence Wynn, melainkan mayat seorang gadis belia.
Walau jaring untuk mengangkutnya rusak akibat terlalu beratnya mayat itu, tapi mereka berhasil membawa mayat itu ke daratan. Kaki mayat itu diikat pada sebuah balok semen. Orang yang menyaksikan mayat itu tidak ada yang mengenali tubuh yang sudah setengah hancur itu.
Kerah kemeja yang dibalik
Kapten Polisi Adolp Kraemer dan Polisi Ray Gutowski datang memeriksa penemuan yang mengerikan itu. Setelah diselidiki, ternyata korban meninggal bukan karena tenggelam. Kepala korban ditembus dua peluru. Satu peluru bersarang di belakang telinga kirinya, sedangkan yang satu lagi menembus pipi kiri ke atas.